Al Imam Abu Jafar Muhammad ibn Ali Al Baqir As :

" Belum disebut ALIM kecuali : Tidak dengki pada orang lebih tinggi darinya, Tidak merendahkan Orang yang lebih rendah darinya "

November 26, 2009

Pesan Haji Rahbar 1430H



Bismillahirrahmanirrahim

Musim haji identik dengan musim semi bagi spiritualitas dan memancarnya cahaya tauhid di ufuk dunia. Ritual haji tak ubahnya bagai mata air jernih yang bisa membersihkan pelaksananya dari segala kotoran akibat dosa dan kelalaian sekaligus mengembalikan sinar benderang fitrah ilahiyah ke dalam jiwa dan hatinya. Ritual menanggalkan segala bentuk pakaian kebesaran di miqaat dan menggantinya dengan baju ihram yang sama dan sewarna adalah simbol dari kesatuan umat Islam, sekaligus perintah untuk menjaga persatuan dan solidaritas di antara umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Dari satu sisi haji membawa syiar:

فَإلهکم إله واحد فله اسلموا و بشر المخبتین

"...maka Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa karena itu berserah dirilah kalian kepadaNya, dan berilah kabar gembira kepada mereka yang tunduk patuh (kepada Allah)" (Q.S. Al-Hajj: 34)

Sementara di sisi lain adalah seruan:

...و المسجد الحرام الذی جعلناه للناس سواء العاکف فیه و الباد

"...dan Masjidul Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia baik yang bermukim di sana maupun yang di padang pasir..." (Q. S. Al-Hajj: 25)

Demikianlah, selain sebagai simbol kalimah tauhid, Ka'bah juga menjadi lambang tauhid kalimah (persatuan) dan persaudaraan Islam.

Umat Islam yang berdatangan dari segala penjuru dunia ke tempat ini karena kerinduan bertawaf mengitari Kabah dan berziarah ke haram suci Rasulullah SAW, hendaknya memanfaatkan peluang yang ada untuk memperkokoh jalinan persaudaraan antara mereka, dan ini adalah satu dari sekian problematika besar yang dihadapi umat Islam. Hari ini, kita menyaksikan secara nyata betapa kaum durjana yang memusuhi dunia Islam kian getol menebar pertikaian di tengah umat. Karenanya, umat Islam kini merasakan adanya kebutuhan mendesak kepada persatuan dan solidaritas di antara mereka.

Hari ini, tangan-tangan musuh yang berlumur darah nampak sedang menebar petaka di setiap jengkal negeri-negeri Muslim. Palestina sedang meradang dalam nestapa yang semakin tragis di bawah kekuasaan kaum zionis yang bengis. Masjidul Aqsha berada dalam ancaman yang serius. Rakyat Gaza yang tertindas tengah berada dalam kondisi yang tersulit setelah didera pembasmian etnis yang tak ada bandingannya. Afganistan, kian tenggelam dalam petaka yang selalu terbarui setiap hari di bawah himpitan tentara pendudukan. Ketidakamanan di Irak telah merampas ketenangan rakyat di negeri itu. Dan kini, Yaman menambah luka umat Islam dengan berkobarnya perang saudara di sana.

Kaum Muslimin di seluruh dunia harus memikirkan bagaimana dan di manakah agenda serangan fitnah, perang, peledakan, aksi teror dan pembantaian buta yang memanggang Irak, Afganistan dan Pakistan -dalam beberapa tahun terakhir ini- diprogram dan disusun? Mengapa bangsa-bangsa di kawasan tidak mengalami derita dan petaka yang sedemikian tragis ketika bala tentara dari Dunia Barat yang dipimpin AS belum menjejakkan kaki dengan segala kepongahan di wilayah ini?

Dari satu sisi, kaum penjajah menyebut gerakan kebangkitan rakyat Palestina, Lebanon dan berbagai negeri lainnya sebagai teroris, namun di sisi yang lain mereka justeru memprogram dan mengarahkan terorisme buta dan partisan di tengah bangsa-bangsa di kawasan. Dalam rentang waktu cukup lama yang memanjang lebih dari satu abad, kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara telah dijajah, dijarah dan dilecehkan secara bergilir oleh negara-negara Barat, Inggris, Prancis dan negara-negara lainnya sebelum akhirnya oleh Amerika Serikat (AS). Kekayaan alam mereka dirampas. Semangat kemerdekaan mereka dilumpuhkan. Bangsa-bangsa ini telah menjadi korban ambisi para agresor asing.

Setelah hembusan kebangkitan Islam menggugah dan bangsa-bangsa ini pun tersadarkan, kaum imperialis tak lagi bisa mempertahankan kondisi internasional yang mereka tata. Kematian syahid, mi'raj ke sisi Allah dan di jalan Allah kembali muncul menjadi faktor tak tertandingi yang menggerakkan jihad. Karena itu, kaum agresor bereaksi. Mereka menggunakan cara-cara licik dengan memunculkan imperialisme gaya baru. Hari ini, kaum imperialis dengan beragam rupanya telah mengerahkan segala sarana dan potensi untuk menundukkan Islam. Mereka mengerahkan segalanya dari pasukan militer, tangan-tangan besi, dan pendudukan secara terbuka, hingga rangkaian mesin-mesin media propaganda. Berbagai cara dan metode menebar kebohongan dan isu mereka lakukan. Para teroris dan pembunuh berdarah dingin diterjunkan. Sarana-sarana penebar kebejatan moral juga dimanfaatkan dan disebarluaskan. Candu dan narkotika diperbanyak dan ditebar. Semangat dan kesucian moral anak-anak muda jadi sasaran. Gempuran politik masif pun tak luput dikerahkan untuk melemahkan pusat-pusat perlawanan dan moqawamah. Sentimen kesukuan dan fanatisme madzhab dan kelompok ikut diusik untuk menebar permusuhan di antara saudara.

Jika antara bangsa-bangsa Muslim dan antara penganut berbagai madzhab Islam, atau suku-suku Muslim terjalin hubungan cinta kasih, sikap saling berbaik sangka dan solidaritas, tentu buruk sangka antara mereka -yang memang diinginkan oleh musuh- akan sirna. Saat itu, sebagian besar konspirasi busuk musuh akan lumpuh dan agenda mereka untuk semakin menancapkan kekuasaan atas umat Islam akan gagal. Ritual haji adalah salah satu momentum yang paling berharga untuk mewujudkan cita-cita yang luhur ini.

Dengan bekerjasama dan berpijak pada prinisp-prinsip kesamaan antara mereka yang telah dinyatakan oleh Al-Qur'an dan Sunnah, umat Islam akan menjelma menjadi kekuatan yang mampu berdiri tegar di hadapan si angkara murka dan bahkan mampu membuatnya takluk di hadapan tekad dan keimanan Islam. Republik Islam Iran yang bergerak mengikuti bimbingan Imam Khomeini (ra) teladan yang nyata bagi sebuah resistensi yang sukses. Musuh tunduk di hadapan Republik Islam Iran.

Selama tiga puluh tahun musuh melakukan berbagai konspirasi, makar dan tipu daya untuk menundukkan bangsa ini. Kudeta, pemaksaan perang selama delapan tahun, sanksi, pembekuan aset kekayaan negara ini, perang urat saraf, propaganda miring, mobilisasi media massa, dan upaya mengganjal kemajuan sains baru termasuk teknologi nuklir telah mereka lakukan terhadap bangsa ini. Mereka juga merecoki dan melakukan intervensi secara terbuka dalam pemilu baru-baru ini yang berlangsung dengan sangat meriah dan penuh pesan. Semua itu dilakukan karena kebuntuan yang mereka rasakan.

انّ كيدالشيطان كان ضعيفاً

"Sungguh tipu daya syaitan itu sangat lemah" (Q.S. Al-Nisa: 76)

Firman Allah ini benar-benar kembali tersaksikan secara nyata di depan mata bangsa Iran.

Di manapun juga, ketika gerakan perlawanan menggeliat dan muncul dari tekad dan keimanan, rakyat akan terpanggil untuk tegar menghadapi kaum arogan bermulut besar. Saat itu kemenangan akan berpihak kepada kaum Mukmin dan kekalahan pasti akan menjadi pengalaman buruk bagi kaum durjana. Kemenangan moqawamah di Lebanon dalam perang 33 hari, demikin pula jihad dan kemenangan rakyat Gaza yang membanggakan dalam tiga tahun terakhir adalah bukti yang nyata dari hakikat ini.

Kepada para jemaah haji yang berbahagia, terlebih kepada para ulama dan penceramah dari berbagai negeri Islam yang kini berkesempatan hadir di tanah suci, juga kepada para khatib di al-Haramain al-Syarifain (Masjidul Haram dan Masjid Nabawi), dengan sepenuh hati saya berpesan untuk mengenal tugas dan kewajiban masing-masing hari ini, dengan memandang secara benar kondisi yang ada. Kerahkan segenap daya untuk memberitahukan kepada audien masing-masing akan konspirasi musuh-musuh Islam. Ajaklah umat untuk menjalin kasih sayang dan persatuan antara sesama. Hindari sepenuhnya segala hal yang dapat memicu sangkaan buruk antara sesama Muslim. Pekikkan suara penentangan terhadap kaum arogan, musuh-musuh umat Islam, khususnya biang segala fitnah, kaum Zionis dan AS. Nyatakan ikrar baraah, yakni berlepas diri dari kaum Musyrik, dalam kata-kata dan tindakan.

Kepada Allah, dengan segala kerendahan hati saya memohon petunjuk, taufik, tuntunan dan rahmatNya untuk diri ini dan untuk Anda sekalian.

Wassalamu'alaikum
Sayyid Ali Khamenei
3 Dzulhijjah 1430 Hijriyah

Source : Rahbar

[Selengkapnya...]

November 24, 2009

Stop Muslim Massacre in North Yemen






Statement of the Union of Islamic World Students on the
Muslim Massacre in Yemen

In the Name of Allah

The emergence of Islam resulted from the hard attempts of holy Prophet (A.S.) and his family and companions (Salamullah Alayhim) is a turning point in the history of human being, which caused lots of developments in the current civilization and one of the little achievements has gained from the pure tree (Shajare Tayebe) is the expansion of reading and writing and world-wideness of the sciences in the Islam world and transition of these sciences into Spain, Italy, Germany, other nations and then all over the world.

In this way without the turning point, there was no civilization like ancient Egypt, Iran and Rome in the current civilization.

There are many reasons for the truth but unfortunately the falsely developed and Zionism-led society of west has started a vast psychological war against Islam world that leads by known persons like Bush & Sharon and their middle east servants are royal regimes (dictator) which do everything for them to maintain their kingdom.

The regimes which established on the base of royalty, not democracy (vote of people), like the Wahhabi regime of Ale Saud which has committed many crimes against Muslim nations like Palestine, Lebanon, Iran, Iraq, Afghanistan, Pakistan and so on.

And even in 1987, the regime martyrs the Muslims from different countries who have expressed their disgust at the current atheists (according to context of Quran) and now they are committing another crime in Yemen.

Another human disaster is happening in 21th century. Again, killing, massacre, bombing innocent people, and slaughter of women and children!!!

After providing the fuel of Zionist regime`s tanks in the war of Gaza & Lebanon, and expanding Wahhabi thoughts in the Islamic & non-Islamic countries by the name of Taliban & Al-Qaeda, now the leaders of Riyadh are invading homes and land of Yemen and killing women & children.

Why should the North of Yemen's people be attacked by the bombs and missiles and innocent women and children killed?

Why should these brothers kill each other concurrent with the days of Hajj, Ayyamullah, the greatest symbol of Muslim unity?

Custodians of holy shrines! Where are you going? Why are you obeying the superpowers and arrogance?

We, Muslim students, condemn the massacre of oppressed Muslims and emphasis following cases:


  1. We want Saudi Arabia and Yemen government to stop the violations against innocent people of Sa'da.
  2. We, Muslim students, announce: We know the unfair policy causing disunity among Muslims and see the hands of U.S. and Zionist regime behind the events.
  3. We back the oppressed Muslim of Sa'da and want Allah to free them from the oppressors and announce that resistance against superpowers is the only way of liberty & freedom.
  4. We want the organization of Islamic conference, international organizations and Islamic governments to do their real duty and prevent the holocaust happening in Yemen.
  5. We want other Muslim nations to support the oppressed Muslims of Yemen and do their best to free them from the tyranny.
  6. We, students of Islam world, expressed our disgust at the silence of Islamic organizations & governments and announce that the violation is completely inconsistence with islamic principles.




[Selengkapnya...]

November 23, 2009

Surat Terbuka Ayyatullah Shofi Kepada OKI

Bismillahirrahmanirrahim

Saudara-saudara yang terhormat, ketua dan para anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam)

Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang mendengar seruan yang memanggil-manggil wahai kaum Muslimin lalu ia menggabaikannya maka ia tidak termasuk golongan Muslim.

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Saudara-saudara yang menjadi tulang punggung Islam dan pemegang amanat Al Qur'an dan Ilahi, ketahuilah bahwa tanggung jawab terbesar terletak pada menjaga kehormatan kaum Muslimin dan kemuliaan mereka serta melindungi darah, harta, dan jiwa satu milyar setengah jumlah orang-orang yang bertauhid. Insan yang bertauhid tersebut selalu mendengungkan kalimat tauhid dan persatuan antara umat. Mereka harus dipandang sama dari sisi maslahat bersama, eksistensi, dan identitas diri. Mereka bak satu tangan yang menghadapi pelbagai ancaman kekuatan arogan dan mereka semua bangga memiliki umat yang satu dan satu sama lain merupakan saudara seiman.

Saya katakan kepada Anda semua bahwa hari ini kaum Muslimin lebih membutuhkan persatuan dan solidaritas antara sesame Islam lebih dari masa sebelumnya dan kelemahan suatu komunitas Islam di suatu Negara akan berdampat pada keseluruhan umat Islam. Organisasi Konferensi Islam memikul tanggung jawab besar untuk memadamkan api fitnah dan meredam segala tindakan yang mengarah ke arah ketidakamanan. Jika sedikit saja Organisasi ini melakukan kesalahan maka itu merupakan pengkhianatan terhadap Islam. Organisasi Konferensi Islam tidak dapat menutup mata melihat fenomena anti-Islam yang sekarang sedang mewabah di sana-sini dan tidak mengambil tindakan nyata terkait dengan hal ini. Organisasi Konferensi Islam tidak dapat membiarkan perselisihan dan perpecahan yang mengatasnamakan Islam yang terjadi di pelbagai belahan dunia Islam. Pembantaian terhadap umat Islam di Pakistan, Afganistan, Irak dan di pelbagai kawasan lainnya yang justru dilakukan oleh kaum Muslimin sendiri dengan cara-cara yang biadab dan tidak manusiawi sangat merusak citra Islam di mata masyarakat dunia. Hal seperti ini seolah membenarkan fitnah yang selalu disebarkan bahwa Islam itu teroris dan pro-kekerasan serta tidak mengenal kasih sayang. Padahal semua ini bertolak belakang dengan ajakan Al Qur'an yang menyatakan bahwa: Kami tidak mengutusmu (wahai Muhammad) kecuali untuk menebar rahmat/kasih sayang bagi seluruh alam semesta). Pembantaian missal terhadap sesame Muslim dan pembunuhan terhadap jiwa-jiwa yang tak berdosa, khususnya kalangan anak-anak di bawah umur mau tidak mau menutupi hakikat agama Islam yang penuh dengan toleransi dan kasih sayang ini.

Kami melayangkan pertanyaan kepada Organisasi Konferensi Islam, mengapa kalian memilih untuk bungkam dan tidak mengambil tindakan nyata di hadapan tragedy kemanusiaan dan pembantaian saudara-sadara kalian yang Muslim di Yaman?

Mengapa pemerintah Yaman lebih memilih menggunakan kezaliman dan pembunuhan massal serta merampas hak-hak dasar warganya? Mengapa mereka membomrbardir rakyatnya sendiri yang tak berdaya hanya karena mereka mengikuti suatu mazhab yang dasarnya ada dalam Al Qur'an dan sejak zaman Rasul saw dan hari ini kaum Hautsi telah berada di sana dan menjalankan keyakinannya?! Bila Organisasi Konferensi Islam tidak menjalankan tugasnya menghadapi realita menyakitkan ini di Yaman, maka kapan lagi ia akan bertindak? Lalu apa tujuan dan filosofi di balik pendiriaan Organisasi Konferensi Islam ini?

Sangat disayangkan bahwa sebagian Negara tetangga ikut campur dan membantu mereka yang melakukan kejahatan ini.

Saya mengecam keras bungkamnya masyarakat internasional, khususnya lembaga-lembaga hak asasi manusia yang terkait dengan musuh-musuh Islam dan saya meminta supaya Organisasi Konferensi Islam mengakhiri puasa diamnya dan secara serius mengambil tindakan nyata. Saya mengharap tindakan membabi-buta pasukan Yaman yang dengan semena-mena membunuh kaum Muslimin Syiah di Yaman segera dicegah dan hendaklah pemerintah Yaman diprotes dan dikecam karena ulahnya yang keterlaluan.

Walahaula wala quwwata illa billah al aliyyil azhim.
Wassalamu alaikum Wr.Wb.

22- Dzul Qadah 1430 H
Luthfullah Shofi

Sumber : Taghrib


[Selengkapnya...]

October 10, 2009

Lebih Dekat Dengan Syiah Ali As

Syaikh Sulaiman al-Balkhi (Ahli Sunnah) :

"Hadis imam dua belas tidak sesuai jika dimaksudkan dengan Khalifah al-Rasyidin karena jumlah mereka kurang dari 12. Dan ia juga tidak sesuai dengan khalifah-khalifah Bani Umayyah karena jumlah mereka lebih dari 12. Kesemuanya zalim kecuali Umar bin Abdul Aziz, dan mereka juga bukan dari Bani Hashim karena Nabi bersabda: Semua Pemimpin ISLAM haruslah dari Bani Hashyim. Dan ia juga tidak sesuai dengan khalifah-khalifah dari Bani 'Abbas karena mereka lebih dari 12. Mereka juga menindas anak cucu Rasulullah dan melanggar perintah al-Qur'an. Oleh karenanya itu satu satunya cara untuk mentafsirkan hadis itu ialah menerima 12 imam dari Ahl Bait Rasulullah Saw. Karena mereka yang paling alim, paling takwa, mempunyai sifat-sifat yang paling baik, paling tinggi nasab-nya dan lebih mulia dari sisi Allah, dan ilmu-ilmu mereka diambil dari ayah ayah mereka yang berhubung langsung dengan kakek mereka Muhammad Saw."
(Yanabi al-Mawaddah, him. -447).



SYIAH

Saya menyimpulkan bahwa sebutan “syi'ah” adalah sebutan khas untuk “syi'ah Ali bin Abi Tholib” atau “syi'ah Dua Belas Imam”.

Dalam melihat suatu istilah, maka hendaknya kita tidak melihat dari arti leksikalnya saja. Karena ada istilah-istilah yang juga memuat makna khusus. Misalnya ijtihad, secara leksikal kata tersebut berarti "usaha keras, bersungguh-sungguh, bersusah-payah". Namun kita tidak bisa dengan serta merta menyebut orang yang berusaha keras dengan sebutan "Mujtahid", karena sebutan "Mujtahid" adalah istilah khas bagi mereka yang memiliki wewenang untuk melakukan istinbat hukum syar'i.

Begitu juga dengan dengan istilah "syi'ah", secara leksikal maka itu berarti "pengikut", sehingga pengikut Mu'awiyyah bisa disebut syi'ah Mu'awiyyah, pengikut Abubakar juga bisa disebut syi'ah Abubakar. Namun istilah "syi'ah" tersebut juga memiliki makna khas, yaitu sebutan untuk para pengikut Ali, yang tidak bisa ditempelkan begitu saja pada semua orang, sehingga pengikut selain Ali tidak bisa disebut sebagai "syi'ah".

Kemudian saya mencoba untuk melihat referensi-referensi lain, maka saya temukan sebuah buku menarik dari Ayatullah Ibrahim Al-Musawi. Beliau mengatakan pada kitab beliau bahwa munculnya "syi'ah" yaitu pada "yaumul indzar". Setelah turun ayat [Q.S. Asy-Syuro' 214] : "Berikanlah peringatan kepada keluarga dekatmu", maka Rasul saww mengajak keluarga dekat beliau ke rumah pamannya, Abu Tholib as. Setelah jamuan makan selesai, lalu Rasul saww berkata :
"Adakah dari kalian yang mau mengokohkanku, maka ia akan menjadi saudaraku, pewarisku, wazirku, penerima wasiatku, dan kholifahku sepeninggalku". Namun tidak ada yang menjawabnya kecuali Ali bin Abi Tholib. Lalu Rasul saww berkata pada mereka : “Inilah Ali saudaraku, pewarisku, penerima wasiatku, dan kholifahku sepeninggalku”.
[ Tarikh Thabari, jilid 2, hal. 319, Tarikh Ibnu Atsir, jilid 2, hal. 62, Muttaqi Al-Hindi, dalam "Kanzul Ummal", jilid 15, hal. 15, Haikal, dalam "Hayat Muhammad"]

Abu Sa'id Al-Khudri berkata :
"Rasul telah memerintahkan manusia lima hal, namun mereka hanya mengimani 4 hal dan meninggalkan 1 hal". Ketika ia ditanya apa 4 hal tersebut, maka ia mengatakan 4 hal tersebut adalah Sholat, Zakat, Puasa Romadlon, dan Haji. Ketika ia ditanya 1 hal yang ditinggalkan mereka, maka ia menjawab : "Satu hal tersebut adalah wilayah Ali bin Abi Tholib". Kemudian ia ditanya apakah 1 hal tersebut diwajibkan bersama 4 hal lainnya, maka ia menjawab : “Ya, satu hal tersebut diwajibkan bersama 4 hal lainnya”.

Perintah untuk mentaati Imam Ali as tersebut pada akhirnya telah dikhianati oleh kebanyakan sahabat sepeninggal Rasul saww. Sehingga mereka yang memegang amanat Rasul saww menjadi para pengikut setia Ali as. Mereka inilah yang kemudian disebut sebagai syi'ah Ali, hal itu hanya untuk membedakan antara para pelaksana amanat Rasul saww dengan pengkhianat amanat Rasul saww. Oleh karena itu, Abu Dzar Al-Ghifari sering disebut dengan syi'ah Ali.

Rasul saww sendiri menggunakan istilah "syi'ah" ketika menyebut "pengikut Ali", hal ini bisa dilihat pada hadits beliau saww.

Rasul saww bersabda :
"Cinta pada Ali menghindarkan dari neraka, Cinta pada Ali menghindarkan dari kemunafikan, syi'atu Ali (pengikut Ali) adalah orang-orang yang beruntung".

Hadits ini juga dikeluarkan oleh Ahmad bin Hanbal, dan juga oleh Dailami sebagaimana termaktub dalam kitab "Kunuuzul Haqa'iq" (Al-Manawi).

Rasul saww juga bersabda : "Wahai Ali, engkau dan syi'ah-mu berada dalam syurga".

[Ayatullah Sayyid Ibrahim Al-Musawi, dalam "Aqoidul Imamiyah Itsna Asyariyyah", jilid 3, hal. 107-108, 162, 167]

Sehingga jelas sekali, istilah "syi'ah" dipergunakan oleh Rasul saww untuk menyebut para pengikut Ali. Oleh karena itulah, semakin jelas terlihat bahwa "syi'ah" adalah istilah khas untuk menyebut para pengikut Ali (syi'ah Ali).

Ali adalah hujjah Allah, Kholifah Rasul saww, penerus misi Rasul saww, sehingga apa yang telah menjadi ketetapan Allah dan Rasul-Nya, maka itu berarti ketetapan Ali as juga.

Kita semua tahu bahwa Rasul saww memerintahkan kita untuk mentaati para Imam Ahlul Bait as atau yang dikenal dengan "Dua belas Imam". Sehingga ketetapan Rasul saww tersebut pastilah menjadi ketetapan Imam Ali as juga. Hal ini juga dapat dilihat pada khutbah beliau tentang Ahlul Bait as di Nahjul Balaghah.
[Nahjul Balaghah, khutbah No. 144 dan 154, tentang Ahlul Bait as]

Sehingga "syi'ah Ali" pastilah juga "syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyyah (syi'ah Dua Belas Imam)".

Kesimpulan:

Sebutan "syi'ah" adalah sebutan khas bagi "syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyyah", TIDAK ADA yang lain. Berikut sekedar tambahan keterangan bahwa kata "syi'ah" adalah sebutan khas bagi "Syi'ah Ali" dan "Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyyah", berdasarkan pengakuan ulama ahlusunnah :

Abul Hasan Al-Asy'ari :
"Sesungguhnya mereka dikatakan syi'ah, karena mereka mengikuti (syaaya'u) Ali, dan mereka mengutamakan beliau dari seluruh sahabat Rasulullah".
["Maqaalaat Islamiyyin", jilid 1, hal. 65, terbitan Mesir. Yang dikutip dalam kitab "Asy-Syi'ah Fi Maukibi At-Tarikh", dikeluarkan oleh "Mu'awaniyyah Syu'un At-Ta'lim Wa Al-Bahuts"]

Syahrastani, berkata :
"Syi'ah adalah mereka yang mengikuti (syaaya'u) Ali secara khusus. Dan mereka berkeyakinan bahwa Imamah dan Khilafah beliau ditetapkan dengan nash dan wasiat, baik secara jelas maupun tersamar. Mereka juga berkeyakinan bahwa Imamah berlanjut pada putera-putera beliau".
[Syahrastani, dalam "Milal Wan Nihal", hal. 118]

Ibn Hazm, berkata :
"Syi'ah meyakini bahwa Ali adalah manusia yang paling utama setelah Rasulullah, dan berhak atas Imamah atas mereka (manusia), begitu juga dengan putera-putera beliau sepeninggal beliau. Dan yang mengikuti ketentuan ini disebut syi'i. Apabila ada seseorang yang berbeda dengan ketentuan yang kami sebutkan tersebut, maka ia bukanlah syi'i"
[Ibn Hazm, dalam "Al-Fishal Fil Milal Wan Nihal", jilid 2, hal 113. ]

Siapa saja yang tidak taat kepada “Dua belas Imam Ahlul Bait” adalah bukan syi’ah. Termasuk siapa saja yang pada awalnya taat kepada “Dua Belas Imam Ahlul Bait” namun setelah itu membangkang atau berkhianat kepada mereka as, maka orang tersebut juga bukan syi’ah. Termasuk madzhab Zaidiyah, yang tidak bisa dikatakan sebagai syi’ah, karena madzhab ini mengakui kepemimpinan Abubakar dan Umar, dan mereka tidak berpegang kepada hukum-hukum fiqih “Dua Belas Imam Ahlul Bait as”. Hanya mereka yang selalu taat kepada “Dua Belas Imam Ahlul Bait” yang disebut sebagai syi’ah.

Dengan kesimpulan tersebut, maka orang yang telah berkhianat kepada Imam Hasan as seperti Ubaidallah bin Abbas--- sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Mufid dalam kitab “Al-Irsyad”--- tidak bisa lagi disebut sebagai syi’ah, karena pengkhianatannya kepada Imam Hasan as dengan bergabung kepada Mua’awiyyah.

Oleh karena itu, tidak ada istilah “pengkhianatan oleh syi’ah”--- sebagaimana secara implisit dituduhkan oleh sebagian orang--- karena mereka yang berkhianat kepada para Imam as tidak lagi berstatus sebagai syi’ah.

- Habib Anis


[Selengkapnya...]

September 8, 2009

Khutbah Imam Hasan As



Ayyuhan Nas, Sesungguhnya barangsiapa memberi nasihat karena ALLAH dan menjadikan firmanNya sebagai dalil bagi petunjuk menuju kebenaran, serta memperoleh pertolongannya menuju kebenaran dan diteguhkan dalam kebajikan maka sesungguhnya orang yang berada di dekat ALLAH seperti itu akan selalu aman dan terpelihara, sedangkan musuh musuhnya menjadi gentar dan terhinakan.

Karena itu peliharalah hubunganmu dengan ALLAH dengan banyak berzikir , takutlah kepada ALLAH dengan takwa dan bertaqqarublah dengan taat kepadanya. Karena sesungguhnya ALLAH itu Maha dekat dan maha mengabulkan permohonan. ALLAH Ta’ala berfirman :

“ .. Dan Apabila hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan seseorang yang memohon ketika dia berdoa kepada Ku. Karena itu hendaknya mereka memenuhi (segala perintah Ku) dan hendaknya mereka beriman kepadaku agar mereka selalu berada dalam kebenaran “ ( QS Al baqoroh ayat 186 )

Penuhilah segala perintahnya dan berimanlah kepadanya. Sebab tidak patut bagi seseorang yang mengetahui keagungan ALLAH untuk berlaku sombong. Karena ketinggian derajat orang orang yang mengetahui keagungan ALLAH itu terletak pada ketawadhuannya dan adalah keharusan bagi mereka yang tahu tentang kemaha kuasaan ALLAH terletak pada penyerahan diri padaNya.

Janganlah kalian ingkar setelah kalian mengetahui kebenaran dan sesat sesudah memperoleh petunjuk. Ketahuilah, Bahwa kalian tidak akan tahu dengan seyakin yakinnya tentang bagaimana harus menerima perintah harus menerima perintah ALLAH, kecuali sesudah kalian mengetahui sifat sifat petunjukNya dan tidak pula kalian bisa berpegang teguh pada kitabullah sebelum kalian bisa mengetahui isinya serta tidak pula bisa membacanya dengan sebaik baiknya sebelum kalian mengetahui siapa yang menciptakannya.

Apabila kalian telah mengetahui semua itu maka kalian akan dapat membedakan bid’ah dan yang dibuat buat yang melakukan kebohongan kepada ALLAH dan yang menyimpang dan tahu pula bagaimana seseorang melakukan sesuatu berdasarkan hawa nafsunya sendiri. Hendaknya pula kalian tidak diperbodoh oleh orang orang yang tidak tahu apa apa. Dan berpegang teguh lah pada petunjuk yang diberikan ahlinya dalam hal ini. Sebab, mereka itu adalah orang orang yang khusus menerima ilmu yang menerangi diri mereka dan imam imam yang dijadikan petunjuk. Ditangan mereka terletak hidupnya ilmu dan kematian kebodohan. Mereka adalah orang orang yang menyampaikan berita kepada kalian tentang keharusan kalian melawan kebodohan dan menentukan logika yang sehat, serta menetapkan yang lahir dari yang batin. Mereka tidak pernah menyimpang dari kebenaran dan meninggalkannya.

Telah berlalu atas mereka Sunatullah dan telah pula berlaku ketentuan ALLAH atas mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi mereka yang mau mengingatnya. Pahamilah semuanya ini dengan akal yang memeliharanya (dengan pelaksanaan) dan jangan dengan akal yang sekedar akan menyampaikan pada orang lain dan amat sedikitlah yang mau memeliharanya (dengan melaksanakannya) dan kepada ALLAH jualah kita memohon pertolongan “

~ Tukhfat al ‘Uql min Aali Al Rasul




[Selengkapnya...]

September 2, 2009

Khutbah Jum'at Amirul Mukminin As

Saya suka dengan khutbah ini.. sarat akan hikmah dan penuh kerinduan.. tidak digubah dari bahasa aslinya... dikutip dari

Raudah Al Kafi :

Segala pujian bagi Allah, ahli kepujian dan tempat akhirnya pujian. Yang Memulakan dan Mereka sesuatu, Yang Paling Mulia lagi Besar, Perkasa lagi Mulia, Yang Tunggal dengan sifat takbur-Nya dan nikmat-nikmat-Nya, Perkasa dan menguasai dengan kekuasaan-Nya, mencegah dengan kekuatan-Nya, menguasai dengan kudrat-Nya, Tinggi di atas sesuatu dengan jabarut-Nya, terpuji dengan kurniaan-Nya dan Ihsan-Nya, bermurah hati dengan pemberian-Nya dan faedahnya, luas rezeki-Nya, meliputi nikmat-Nya. Kami memuji di atas nikmat-nikmat-Nya dengan pujian yang setanding dengan kebesaran-Nya yang memenuhi kadar nikmat-nikmat-Nya dan keagongan-Nya.


Aku naik saksi bahawa tiada tuhan melainkan Allah Yang Satu, tiada sekutu bagi-Nya, Yang Awal dan Berkuasa. Semua makhluk menunduk kepada keesaan-Nya dan ketuhanan-Nya, qadim keazalian-Nya.

Aku naik saksi bahawa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya serta pilihan-Nya di kalangan makhluk-Nya. Dia telah memilihnya dengan keilmuan-Nya, membersihkannya dengan wahyu-Nya, mengamanahkannya di atas rahsia-Nya, meredainya untuk makhluk-Nya, melantiknya untuk urusan-Nya yang besar sebagai pencerahan kepada lambang agama-Nya dan manhajnya sebagai pembuka kepada wahyu-Nya dan menjadi sebab kepada rahmat-Nya. Dia telah mengutusnya pada masa ketiadaan para rasul, kekurangan ilmu, perselisihan agama, kesesatan dari kebenaran, kejahilan dengan Tuhan, kekafiran dengan hari Kiamat dan janji baik. Dia telah mengutusnya kepada semua manusia sebagai rahmat kepada alam semesta dengan kitab yang mulia.

Dia telah melebihkannya, menerangkannya, memperkuatkannya dan menjaganya dari didatangi kebatilan di semua penjuru, ia adalah daripada Yang Maha Bijaksana lagi terpuji. Dia telah memberi contoh kepada manusia dan menerangkan kepadanya ayat-ayatnya supaya mereka berfikir. Dia telah menghalalkan padanya apa yang halal dan mengharamkan padanya apa yang haram. Dia telah mensyariatkan padanya agama kepada hamba-hamba-Nya sebagai peringatan supaya tidak menjadi hujah bagi manusia ke atas Allah selepas penghantaran para rasul. Justeru beliau telah menyampaikan risalah-Nya, berjuang pada jalan-Nya dan menyembah-Nya sehingga kematian mendatanginya, selawat dan salam ke atas Muhammad dan keluarganya.
Aku mewasiatkan kamu supaya menyembah Allah dan aku mewasiatkan diriku sendiri dengan ketakwaan kepada Allah yang telah memulakan segala perkara dengan ilmu-Nya. Besok janji-Nya akan berlaku dan di tangan-Nya kemusnahannya serta kebinasaan kamu. Hari-hari kamu akan berlalu, ajal-ajal kamu akan binasa dan akan tamat tempoh kamu. Ia akan hilang daripada kita sedikit demi sedikit seperti berlaku kepada golongan sebelum kamu. Justeru wahai hamba-hamba Allah, jadikanlah ijtihad kamu di dunia sebagai persediaan dari harinya yang pendek kepada hari akhirat yang panjang, kerana di dunia adalah tempat amal dan akhirat adalah tempat yang kekal dan balasan.

Lantaran itu, jauhilah dari dunia, kerana orang yang terpedaya adalah orang yang terpedaya dengannya. Dunia tidak akan menunaikan angan-angan orang yang mencintainya sebagaimana firman Allah di dalam Surah Yunus (10): 24 “Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya kerana air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan oleh manusia dan binatang ternak”. Kamu tidak akan mendapat semua yang kamu kehendaki di dunia melainkan teladan. Kamu tidak akan terasa aman melainkan ketakutan; berlakunya musibat atau perubahan nikmat atau hilangnya kesihatan serta maut di sebaliknya. Kemudian berdiri di hadapan hukuman keadilan yang mana setiap jiwa akan dibalas dengan apa yang lakukan sebagaimana firman-Allah di dalam Surah al-Najm (53):31 “Supaya Dia memberi balasan kepada orang yang berbuat jahat terhadap apa yang mereka telah kerjakan dan memberi balasan kepada orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik”.

Justeru bertakwalah kepada Allah dan bersegeralah kepada keredaan Allah, beramal dengan ketaatan kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya bagi mendapat keredaan-Nya, kerana Dia adalah dekat dan menjawab doa. Semoga Allah menjadikan kami dan kamu di kalangan orang yang beramal dengan mencintaiNya, menjauhi kemurkaan-Nya. Kemudian sebaik-baik kisah, nasihat dan peringatan adalah pada kitab Allah sebagaimana firman Allah di dalam Surah al-A‘raaf (7):204 “Dan apabila dibacakan al-Qur’an, maka dengarlah baik-baik, dan perhatilah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”. Aku pohon perlindungan dengan Allah daripada syaitan yang direjam. Bismillahir Rahmanir rahim. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada di dalam kerugian, kecuali golongan yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” Surah al-Asr (103):1-3. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai golongan yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucaplah salam penghormatan kepadanya” Surah al-Ahzaab (33): 56.

Wahai Tuhanku, berselawatlah ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan berkatilah ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad. Kasihanilah Muhammad dan keluarga Muhammad, salam ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebaik-baik apa yang Engkau lakukan ke atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha terpuji dan Maha Mulia. Wahai Tuhanku, berilah kepada Muhammad al-Wasilah (darjat), kemuliaan, kelebihan dan kedudukan yang mulia. Wahai Tuhanku, jadilah Muhammad dan keluarganya sebesar-besar makhluk semuanya dari segi kemuliaan pada hari Kiamat, tempat yang paling hampir dan kehadapan daripada Engkau. Wahai Tuhanku, berilah kepada Muhammad tempat yang paling mulia, kesejahteraan dan syafaat Islam. Wahai Tuhanku, kaitlah kami dengannya tanpa kehinaan, dukacita, penyesalan, perubahan, Tuhan yang benar, amin.

Khutbah Kedua :

Segala pujian kepada Allah. Ia adalah lebih berhak bagi orang yang takut kepada-Nya dan memujiNya. Ia adalah lebih baik bagi orang yang bertakwa, lebih aula bagi orang membesarkan-Nya dan memuji-Nya. Kami memujiNya kerana kebesaran-Nya yang mutlak, kemurahan pemberian-Nya, dan keterserlahan nikmat-nikmat-Nya, kebaikan ujian-Nya. Kami beriman dengan hidayat-Nya yang tidak pernah malap cahayanya. Kami pohon perlindungan dengan Allah daripada kejahatan setiap kesangsian dan kezaliman fitnah.

Kami pohon istighfar-Nya daripada dosa-dosa dan penjagaan-Nya daripada keaiban amalan, angan-angan yang dibenci, serangan di dalam kesusahan, bersyarikat dengan ahli syak dan reda dengan amalan golongan yang jahat di bumi tanpa kebenaran. Wahai Tuhanku, ampunilah kami, mukminin dan mukminat, yang hidup mereka dan yang mati mereka yang Engkau telah mematikan mereka di atas agama-Mu dan agama Muhammad s.a.w. Wahai Tuhanku, terimalah kebaikan mereka, lepaskanlah kejahatan mereka, masukkanlah rahmat, keampunan dan keredaan ke atas mereka.

Ampunilah mukminin dan mukminat yang masih hidup yang telah mentauhidkanMu, membenarkan Rasul-Mu, berpegang dengan agama-Mu, beramal dengan fardu-fardu-Mu, mengikuti Nabi-Mu, bersunnah dengan sunnah-Mu, menghalalkan halal-Mu, mengharamkam haram-Mu, takut kepada balasan-Mu, mengharapkan pahala-Mu, mewalikan para wali-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Wahai Tuhanku, terimalah kebaikan mereka, ampunilah kejahatan mereka dan masukkanlah mereka ke syurga dengan rahmat-Mu bersama hamba-hamba-Mu yang soleh, Tuhan yang benar, amin.


[Selengkapnya...]

Private Sounds

Tautan Blog

About Me

My Photo
Ar Radhi
Mengedepankan Rasional (aqli) dan Kemurnian Aqidah Islam (Al Quran dan Itrah Ahlul Bayt).
View my complete profile

About This Blog

Blog ini sebagian besar berisi beragam artikel yang dikumpulkan dari kejadian yang terlihat, terfahami, terbaca dan terjadi di sekitar Ryan Radhi HS.

Artikel dalam blog ini hanyalah prolog kajian yang tentunya memerlukan pengkajian lebih lanjut untuk memenuhi unsur kefahaman. Sesungguhnya Hanya kepada masing masing pribadilah kembalinya Upah atas Niat & Usahanya.

"Dan masing-masing orang memperoleh
derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan."
{ QS. Al An'Am ayat 132 }


  © Ryan Radhi HS Blog Supported by :

Blogger template ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP